Thursday, October 1, 2015

Pantai Sembukan Paranggupito Kabupaten Wonogiri Gerbang 13 Kerajaan Kanjeng Ratu Kidul



 
pantai sembukan wonogiri
Pantai Sembukan Paranggupito Wonogiri

Legenda Kanjeng Ratu Kidul sangat erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kerajaan di pulau Jawa. Untuk menguatkan mitos tentang dukungan kekuatan magis Kanjeng Ratu Kidul, para pendiri kerajaan melakukan ritual di wilayah pantai Selatan Jawa, termasuk di pesisir Pantai Sembukan Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah.
Sucipto(57 tahun) yang didaulat sebagai Ketua Pelestarian Dan Pengembang Adat Istiadat Budaya Paranggupito menuturkan bahwa masyarakat disekitar Pantai Sembukan sangat yakin bahwa Pantai Sembukan merupakan Gerbang 13 Kerajaan Kanjeng Ratu Kidul, pintu gerbang jalan yang akan dilewati Kanjeng Ratu Kidul untuk menemui Raja-raja Jawa.

Angka 13 memiliki makna tersendiri. Angka 13 merupakan perlambang yaitu angka 1 menggambarkan jalan menuju Pantai Sembukan yang jika dilihat dari atas merupakan angka 1 yang bermakna jalan lurus menuju satu tujuan. Kemudian angka 3 merupakan perwujudan 3 (tiga) tempat yang memiliki tingkat aura piritual tinggi di Pantai Sembukan yaitu  Gunung Buthak (Petilasan Raden Mas Said) yang dijadikan Padepokan Tri Sila Weda, Gunung Putri yang didirikan bangunan masjid sebagai tempat sembahyang,  dan Paseban Gunung Pathuk Ngasem tempat spiritual para penggiat aliran kepercayaan. Ketiga lokasi ini sering dijadikan tempat ritual oleh masyarakat yang ingin bermeditasi memohon petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sejarah Pantai Sembukan menjadi tempat ritual ini tidak bisa dilepaskan dari cerita perjuangan Raden Mas Said Sang Pendiri Praja Mangkunegaran di Surakarta. Pada masa perjuangan Raden Mas Said saat itu masih menjadi pimpinan sejumlah prajurit yang berkewajiban melindungi dan mengayomi seluruh prajurit punggawanya.

Oleh karena itu, Raden Mas Said dalam menjelajah wilayah pedalaman, disamping bergerilya sekaligus mengunjungi tempat-tempat yang dianggap keramat untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan melindungi prajuritnya. Salah satu tempat yang dijadikan ritual adalah Gunung Buthak yang berada di Pantai Sembukan. Pada saat bermeditasi untuk menemui Kanjeng Ratu Kidul di Gunung Buthak, Raden Mas Said dikawal oleh abdi dalem bernama Ki Sodongso. Sebelum Raden Mas Said menuju puncak Gunung Buthak berpesan kepada Ki Sodongso agar menunggunya di pohon Ketapang dibawah gunung dan jangan sampai pergi sebelum dirinya turun dari Gunung Buthak. 

Setelah sekian lama bersemadi akhirnya Raden Mas Said bisa bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul di alam gaib. Setelah pertemuan selesai, Kanjeng Ratu Kidul meminta kesediaan Raden Mas Said untuk diantarkan pulang ke Nglaroh wilayah Selogiri melalui kekuatan gaib. Dalam sekejap mata Raden Mas Said sudah pulang ke Nglaroh Selogiri tanpa diketahui Ki Sodongso yang setia menunggunya di pohon Ketapang. Karena tidak mengetahui bahwa Raden Mas Said sudah mendahului pulang ke Nglaroh, Ki Sodongso tetap setia menunggu sampai akhirnya moksa, hilang menyatu dengan alam gaib di Gunung Buthak. 

Melihat ada pengawal Raden Mas Said yang telah moksa di Pohon Ketapang, Kanjeng Ratu Kidul pun meminta Ki Sodongso untuk dijadikan pengikutnya dan diberikan tanggungjawab menjaga Pantai Sembukan dari hal – hal yang merusak alam. 

Sampai saat ini keberadaan pohon Ketapang tempat moksa Ki Sodongso masih tumbuh dengan kokoh. Bahkan dipercaya memiliki kekuatan gaib, apabila peziarah atau pengunjung tidur ditempat tersebut dengan kaki mengarah ke pohon niscaya akan dipindah secara gaib ke tempat lain.
Setelah sekian lama, KGPAA Mangkunegara VII yang merupakan penerus Raden Mas Said mengikuti jejak dengan mengunjungi Pantai Sembukan setiap awal Bulan Sura dan menggelar upacara ritual memohon petunjuk Tuhan Yang Esa. Sambutan masyarakat di Paranggupito begitu luar biasa, karena sangat ingin melihat pembesar kerajaan Mangkunegaran berkunjung di Pantai Sembukan. 

Tradisi ini kemudian dikenal dengan Tetedhakan yang kemudian hari menjadi agenda ritual Labuhan Ageng Pantai Sembukan.

No comments:

Post a Comment