Rabu, 31 Oktober 2018

Mengapa Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan?

Mobil Dinas Brigjend Mallaby yang hancur karena bentrokan di Surabaya
Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan perang terbesar antara tentara Indonesia dengan pasukan Inggris. Pertempuran Surabaya ini merupakan pertempuran pertama setelah kemerdekaan dan menjadi simbol nasional atas perlawanan tentara Indonesia dan rakyat terhadap kolonialisme. 



Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur mereda. Akan tetapi tetap saja terjadi bentrokan - bentrokan kecil antara laskar tentara Indonesia dengan pasukan Inggris. 

Bentrokan terjadi puncaknya setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby yang saat itu menjabat sebagai Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur pada tanggal 30 Oktober 1945.

Dengan terbunuhnya Jenderal Mallaby ini menyebabkab pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat keputusan pengganti Mallaby yaitu Mayor Jenderal Eric Carden Robert Masergh mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945. Ultimatum ini meminta pihak Indonesia segera menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur Kota Surabaya dari darata, laut dan udara apabila orang-orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris. 

Selain itu, pihak tentara Inggris juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selam-lambatnya 10 November 1945, pukul 06.00 WIB pagi pada tempat yang telah ditentukan. 

Namun ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada tanggal 10 November 1945 dengan lama pertempuran kurang lebih tiga minggu. 

Medan pertempuran Surabaya kemudian mendapat julukan 'neraka" karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian adalah warga sipil. Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya. Sementara dari pihak lawan tercata sekitar 6.000 orang tentara Inggris tewas, hilang maupun luka-luka serta puluhan alat berat rusak maupun hancur. 

Oleh karena itulah, banyak pejuang yang gugur dan rakyat sipil menjadi korban ketika semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya membuat tentara Inggris serasa terpanggang di neraka. 

Kelak dikemudian hari Kota Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Dan Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar